Tampilkan postingan dengan label anakku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anakku. Tampilkan semua postingan

01 Desember 2008

The Sculptor (pematung)

Kuambil segumpal tanah liat
Kubentuk dengan kupijat-pijat
Sementara jemariku menekan
Terbentuklah yang kuinginkan

Kudatangi beberapa hari kemudian
Tanah liat sudah membatu
Bentuk buatan tanganku masih nampak jelas
....dan aku tak dapat lagi mengubahnya

Lalu kuambil tanah liat bernyawa
Sebuah hati bocah lembut dan peka
Dari hari ke hari kubentuk dia
Dengan sengala kemampuan daya seni

Beberapa tahun kemudian
Si bocah telah menjadi orang
Sifat-sifat bentukanku tetap tercermin
..... dan aku tidak dapat lagi mengubahnya


Dari Lingkungan Hidupnya ... Anak-Anak Belajar

Jika anak banyak dicela,
ia akan terbiasa menyalahkan.

Jika anak banyak dimusuhi,
ia akan terbiasa menentang.

Jika anak dihantui ketakutan,
ia akan terbiasa merasa merasa cemas.

Jika anak banyak dikasihani,
ia akan terbiasa meratapi nasibnya.

Jika anak dikelilingi olok-olok,
ia akan terbiasa menjadi pemalu.

Jika anak dikitari rasa iri,
ia akan terbiasa merasa bersalah.

Jika anak serba dimengerti,
ia akan terbiasa menjadi penyabar.

Jika anak banyak diberi dorongan,
ia akan terbiasa percaya diri.

Jika anak banyak dipuji,
ia akan terbiasa menghargai.

Jika anak diterima oleh lingkungannya,
ia akan terbiasa menyayangi.

Jika anak tidak banyak dipersalahkan,
ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri.

Jika anak mendapatkan pengakuan dari kiri-kanan,
ia akan terbiasa menetapkan arah langkahnya.

Jika anak diperlakukan dengan jujur,
ia akan terbiasa melihat kebenaran.

Jika anak ditimang tanpa berat sebelah,
ia akan terbiasa melihat keadilan.

Jika anak mengenyam rasa aman,
ia akan terbiasa mengandalkan diri
dan mempercayai orang sekitarnya.

Jika anak dikerumuni keramahan,
ia akan terbiasa berpendirian :
"Sungguh indah dunia ini!"

... Bagaimanakah anak Anda ?



(Dorothy Low Nolte,
Children Learn What They Live With)

04 November 2008

anakku "hilang"


minggu kemarin tepatnya kamis, akhir oktober lalu kami bertiga : aku, mba farras (anakku pertama), mas khalid (bontot) ke graha cijantung, berniat membeli kaset anak-anak untuk keperluan sekolahku (aku mengelola sekolah alamatnya : http://sekolahbunayya.multiply.com)

setelah lelah mencari dan dapat kaset yang diinginkan plus mas khalid minta dvd ultraman kesukaannya n si mba farras dng kaset barbienya kami mencari masjid
yang ada di mall tersebut yang kebetulan dah dzuhur. di dekat pintu masjid ada area mainan,

si mas rewel minta naik thomas si tut tut kereta api. Aku bilang nanti dulu ya mas sholat dulu.
Lalu kamipun bergegas ke masjid. Pas mau ambil wudhu aku hanya melihat mba farras,

"mba adiknya mannaa?" tanyaku.
"Ga tahu mba ga gandeng mas"jawab farras
Wah wah mana anakku ... anakku hilang!!!!!!


Aku n si mba bingung mencari-cari si mas.
Ya Allah selamatkan anakku.
Kami panik mencari kesana kemari.

Lalu tak lama kami mendengar suara tangisan yang tak asing di telinga kami,
ku lihat mas Khalid nangis ditemani oleh pak satpam.
Mba Farras yang merasa bersalah tidak memegang adiknya langsung memeluk adiknya dan meminta maaf,
"maaf ya mas, mba ga jagain mas" kata nya
Aku terenyuh melihat kasih sayang si mba kepada adiknya.
Kata pak satpam mas lagi melihat kereta api.
Ternyata si mas sudah tak sabar ingin naik si thomas sebelum sholat,
ma kasih ya pak satpam sudah menemukan mas Khalid anakku....
. Aku jadi lebih waspada lain hari bila bepergian agar anakku tidak" menghilang" lagi.